Thursday, 12 January 2012

Kalung Salib

Ada sebuah perumpamaan :
Pada suatu hari ada seorang anak yang umurnya14 tahun. Dia berdiri di muka gerbang gereja untuk menunggu gerbang itu di buka, setelah sekitar setenga jam di menunggu datanglah seseorang keluar dari pintu itu dan memberikan sebuah kalung kepadanya dan segera membukakan pintu gerbang untuk anak itu masuk ke gereja. Ketika anak itu melihat - lihat kalung itu ternyata kalung salib emas. Setelah dia pulang dari gereja itu dia melihat ada anak kecil yang jatuh dan dia segera pergi kepada anak kecil itu dan berkata: dek, kaki ade yang sakit mana, dan dia segera membalut luka anak kecil itu dan mendoakan anak itu dan anak kecil itu sembuh. Kemudian dia ikut dalam pelayanan - pelayanan dan bilang kepada orang - orang di sekitarnya untuk percaya pada TUHAN YESUS KRISTUS dan sudah banyak orang yang mengikutinya untuk masuk gereja. Pada suatu hari di musim dingin dia pergi membawa ALKITAB untuk memberitakan injil dan dia merasa ada hambatan di pemberitaan injil ini, banyak orang yang melecehkannya. Kemudian di pergi dan dia bertemu seorang kakek yang duduk di pinggiran jalan minta2. Dia menghampiri kakek itu dan bilang kepada kakek itu : kek,,
kakek harus masuk gereja, setelah kakek itu mandengarkan firman ia lalu pergi. bertahun - tahun berlalu di mulai merasakan kesedihan didalam hatinya dan dia mulai bertanya - tanya akan kedatangan TUHAN kemudian di tersungkur dan kalung salibnya jatuh. Setelah beberapa saat dia teringat akan masa lalunya ketika dia berada di depan gerbang gereja dan ada seorang yang memberikan kalung kepadanya, dan hatinya mulai tergerak lagi untuk memberitakan injil.
Bertahun tahun berlalu,, kemudian terjadi bencana disana, gempa bumi yang dahsyat terjadi didaerah mereka dan dia segera berlari untuk pergi kereja, dan tiba - tiba kalung salibnya jatuh, dia mencari kalungnya dan segera pergi dan dia tertimpa sebuah papan dan dia sudah tidak merasa mampu lagi untuk bangun. Kemudian datanglah sebuah cahaya putih yang menyilaukan, ternyata itu adalah TUHAN YESUS, dia telah datang dan dia membangunkan anak itu dan anak itu memeluk TUHAN YESUS kemudian anak itu dibawa kesurga.
Teman - teman...... Hari ini kita belajar satu hal... TUHAN YESUS sedang menuggu kita untuk menjadi Seorang Anak yang Teguh berdiri menjadi Pelayan Tuhan ,Meskipun Ia sudah lama menunggu ,tetapi Ia sabar , Meskipun Ia Jatuh dan Menyerah ,tetapi Ia Masih mempunyai Harapan untuk Mau Berdiri Kembali , Jadi Intinya :" Ingat ketika kita tetap Setia Kepada Allah Bapa , Sebenarnya Surga Dan Tuhan Yesus Menantikan Kita untuk Menjadi Pangeran dan Cinderella Kerajaan Surga . Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Matius24:13....
God Bless US

Saturday, 3 September 2011

Pernahkah Anda Bermain Kapal-Kapalan semasa Kecil Anda ? Jawabanya ada Dalam Hati Anda ! , Tapi apakah Pernah Anda mengalami Kejadian Yang Ber-Makna Seoerti Hal Ini ?

Suatu ketika ada Seorang Keluarga Yang tinggal di Sebuah Desa yang sangat Terpencil . Dan di situ ada Seorang Ayah dan Cuma 1 Anak Tunggal Laki2 saja dan Ibu nya Sudah Tidak ada !

Suatu Hari Verry Seorang Anak Kecil yang BerUmur 8 Tahun Bermain di taman desa yang tiap2 Hari Warga desa selalu Ber-Aktivitas untuk Bermain Bersama Ibu dan Anaknya Masing2 .

Dan pada Sore Hari yang sangat kelam yang Gerimis Verry melihat di Gubuk2 Desa itu Seorang Ibu dan Anaknya Berpayung Berdua , dan melihat Hal itu Verry menjadi sangat sedih dan Pergi lari di tengah Gemuruh Petir yang menyambar-Nyambar Verry lari pulang dan tak tahan sedih karena ia merasa rindu Ibunya .

Suatu kali Setelah Verry pulang Ayahnya mengambilkan Handuk buat dia dan memandikan dia dengan Air Hangat dan dia merasa badanya segar dan Ayahnya menyiapkan Makanan Buat Dia .

Setelah Verry siap makan , Verry segera melihat Keadaan Cuaca di luar , dan ternyata sudah Malam dan di Tengah Malam itu Verry duduk di teras Rumah dan menatap Langit dan Berkata Sendirian Kepada TUHAN YESUS : TUHAN Aku Ingin Suatu Hari menjadi seperti Bintang Yang Indah di Langit itu dan Juga Ingin Bertemu dengan Mama .

Dan Ayahnya melihat Verry tidak ada di Kamar dan Ayahnya melihatnya di Luar sedang menyendiri dan Ayahnya segera menghampiri dia dan Menepuk Bahunya dan mengejutkan Dia , dan Verry Tertawa-tawa dengan Ayahnya dan Segera Ayahnya mengajak Verry Tidur .

Setelah di Kamar Verry tidur sendiri karena Ayahnya punya Kamar dengan Kenangan Mamanya dulu dan Verry juga Mempunyai Kamar masing2 dan Di tengah kelam malam yang Indah Verry memeluk Boneka Teddy Temannya yang Sudah dari Kecil , Sebagai Kenangan Dari Ibunya .

Dan Verry Berdoa sebelum tidur dan Berkata Dalam Doanya : " Allah Bapa Hari ini aku mau tidur Bapa , Lindungi aku Bapa , dan tolong Bapa aku rindu dengan mama , Jika Bapa mengizinkan aku untuk Bertemu dengan Mama sekali saja ! , dan Allah Bapa menjawab : kan masih ada ayah yang sayang dengan kamu , dan Verry Berkata : Tolong Bapa Plizzz ! Dan Allah Bapa Tidak Menjawab , dan Verry siap Berdoa dan Tidur .

Keesokan paginya Verry mengambil Kertas dan melipatnya menjadi kapal2an yang Sangat Bagus menurut Verry , dan Verry segera Pergi Bermain dengan Ayahnya di Tepi Sungai dekat Taman desa , dan Verry segera menaruh Kapalnya di Air dan membiarkan kapalnya Mengapung sendiri .

Setelah 3 Menit kemudian Kapal Verry mulai Jauh dan hampir tidak Bisa dapat di Rahi lagi karena sudah agak jauh dari Sungai , sesudah agak Jauh dan tak dapat lagi di Pungkiri , Verry Berkata kepada Ayahnya : Yah , tolong ambilkan kapal2an nya Yah , kapalnya Semakin Jauh !!!!

Sesudah itu Ayahnya mengambil Batu yang Lumayan Besar untuk di lemparkan kedekat kapal tersebut , tetapi tidak ada Maksud mengenai Kapal tersebut .
Sesudah itu Ayahnya mengangkat Tangan untuk Mau mengayunkan Tanganya ke Arah Sampingan Kapal tersebut , Tetapi Verry Berkata : Jangan Ayah !! , Sambil Teriak keras .

Dan Ayahnya Berkata : Jadi tak Ayah ambil kapalnya ? , Dan Verry menjawab : Jangan Gunakan Cara itu Ayah !! , Tenang saja Nak Ayah pasti tak akan melemparkan Batu ini untuk menghancurkan kapalmu , melainkan untuk menyelamatkan Kapalmu ! Dan Verry Berkata : Yah terserah Ayah sajalah ! mana yang Baik .

Sesudah itu Ayahnya mengambil batu dan melemparkan batu dan terus menerus melemparkan Batu , dan Akhirnya dapat kembali dan Verry Sangat BerSukacita dan pulang Bersama Ayahnya .

Dan di tengah Perjalanan Verry tersandung dan Kapalnya hancur dan rusak tak berbentuk yang bagus seperti semula lagi , dan Hati Verry sangat Sedih dan Ia ingin kapalnya Bagus kembali .

dan Ayahnya mencoba mendiamkan Verry dan akhirnya sesampai di Rumah Verry agak Kecewa dan Marah di Kamarnya , dan setelah Sore petang menjadi Malam , Verry diajak Ayah makan dan Verry Masih Marah dan Kecewa dan ia masih sedih juga , dan Ayahnya makan bersama-sama dengan dia dan setelah siap makan Ayahnya mengajak Verry tidur .

Dan Ayahnya Berjanji Membuatkan Kapal Baru buat Verry ,dan setelah itu Verry Berdoa mau Tidur dan Serta Berkata dalam Doanya : Allah Bapa Hari ini aku sedih karena Kapal itu dan aku tahu Tuhan Engkau memberikan aku Tawa hari esok dan aku mau Tuhan bertemu dengan mama ? Dan Tuhan tidak Menjawab dan membuat Verry Tidur nyenyak .

Dan malam itu Ayahnya Membuat Kapal yang lebih bagus dari buatan Verry anaknya itu dan Ia mengambil Kayu , cat , Karton , Penggaris , dan Pensil , semuanya itu di Kerjakan Ayah Verry dalam semalaman itu dan Ayahnya merelakan waktu tidurnya untuk Anaknya !

Dan Malamnya semua sudah siap dan akhirnya Ayahnya tidur sebentar , kira2 Ayahnya tidur 3 Jam saja dari Jam 9 Malam sampai Jam 7 Pagi , setelah jadi Ayahnya meletakan kapal itu di sungai dan Mengajak Verry ke Sungai .

Setibanya Ayahnya memberikan kejutan pada Verry dan Verry Sangat Bersukacita karena Ayahnya mengajak untuk melihat Kapal itu , tetapi masih ada timbul Pertanyaan dalam Hati Verry , Kapal siapa itu Ayah ? dan Ayah menjawab : Itu Janji Ayah semalam !

Dan Verry melihat Kapal itu semakin Jauh dan Hati Verry tidak khwatir lagi , ia melihat Ayahnya mengambil batu dan Ia juga mengambil batu Bersama-sama dan Berkata : Mari kita ambil sama-sama Ok , sahut Verry : Ya Ayah , Ok , 1 , 2 , 3 Dan mereka terus melempar dan melempar dan akhirnya dapat dan akhirnya mereka Bermain kira2 , 3 Jam dan segera pulang karena sudah sore .

Dan Verry membawa pulang dan Mandi di rumah dengan Bersukacita dan Juga makan dengan Sukacita , tetapi Ia masih menyembunyikan Sukacita yang Besar dalam Hatinya , selain Kapalnya .

dan Sesudah itu Ia setelah makan dan Tidur berdoa di Kamar dan Berkata : Allah Bapa Janji Mu Baik sekali dan Benar yang Engkau Ucapkan itu , Ya masih ada Ayah dan Aku Bersyukur karena Bapa memberikan Aku Ayah yang Baik Padaku dan Allah Bapa menjawab : Benarkan Apa yang Bapa Ucapan mendatangkan Kebaikan Bagimu anakku untuk di masa depan , dan Verry Tidur !


Teman-teman hari ini kita belajar satu hal:
Hidup yang Tuhan Berikan Jauh lebih Berharga dari apa yang Kita Inginkan , dan Anda Juga mesti melangkah dengan Cara dan Jalan Tuhan dan Tetap Percaya Allah menuntun Anda untuk ke Masa yang Jauh Lebih Indah dan membuat anda Menjadi TerSensasi dan TerMotivasi dengan Cara Pikir Tuhan untuk Di MASA DEPAN dan Anda Mesti mau Tetap Bersyukur dengan Keadaan sekarang , karena Ini permulaan di Waktu Mendatang yang Akan Menjadi Keberhasilan .

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. 1Tesalonika 5:18
Dan
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:11 .

Cerita ini diambil dari ( Generation Of Faith, Facebook )

Terkadang Tuhan Berbisik

Ada seorang anak muda yang bersahabat akrab dengan seorang pengkhotbah tua. Suatu hari, anak muda ini kehilangan pekerjaannya dan tidak tahu lagi harus berbuat apa. Akhirnya, dia memutuskan untuk mencari si pengkhotbah tua itu. Ketika berada di ruang belajar si pengkhotbah, si pemuda ini berteriak-teriak tentang problem hidupnya. Akhirnya dengan kalap dia mengepal-ngepalkan tinjunya, sambil berteriak, "Saya memohon Tuhan agar menolong saya. Tapi hai pengkhotbah, mengapa Dia tidak menjawab saya?"

Si pengkhotbah tua itu pergi ke ruang lain dan duduk di sana. Lalu dia berbicara sesuatu dan menanti jawaban si pemuda. Tentu saja si pemuda itu tidak mendengarkan dengan jelas, sehingga dia ikut-ikutan pindah ruangan.

"Apa sih katamu?" tanya si pemuda penasaran. Si pengkhotbah itu mengulangi kata-katanya dengan perlahan sekali, seperti sedang bergumam sendiri. Tetapi si pemuda belum menangkap bisikan si pengkhotbah. Dia terus mendekati si pengkhotbah tua ini dan duduk di bangku sebelahnya.

Si pemuda itu lagi-lagi bertanya, "Apa katamu? maaf, saya tadi belum mendengarnya."

Dengan lembut, si pengkhotbah memegang pundak si pemuda, "Saudaraku, Allah kadang-kadang berbisik, jadi kita perlu lebih dekat menghampiriNya, agar dapat mendengar Dia dengan lebih jelas lagi." Si pemuda itu tertegun dan akhirnya dia mengerti.

Teman-teman hari ini kita belajar satu hal:
Kita seringkali menginginkan jawaban Tuhan bak petir yang menggelegar di udara dan sekaligus meneriakkan jawaban dariNya. Tetapi Allah sering diam, kadang Dia bicara dengan lembut, bahkan berbisik. Hanya dengan satu alasan: agar Anda mau menghampiri takhta kemuliaanNya dan lebih dekat kepadaNya. Setelah Anda berada di dekatNya, Anda baru bisa mendengar jawaban Tuhan dengan jelas. Karena itu kalau kita ingin mendengar suara TUHAN jangan menjauh dariNya tapi mendekatlah kepadaNya. Indah sekali untuk mengetahui bahwa kita melakukan sesuatu yang tepat, pada waktu yang tepat, di tempat yang tepat, dengan cara yang tepat dan bersama orang-orang yang tepat. Itulah yang terjadi apabila kita dipimpin oleh Roh Kudus.

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. MAZMUR 62:2


Cerita ini diambil dari ( Generation of Faith di Facebook)

Tuesday, 24 May 2011

Cangkir Cantik

Sepasang opa dan oma pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik "Lihat cangkir itu," kata si oma kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si opa.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang penjunan dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai berulang-ulang. Stop ! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi.

Tapi orang ini berkata "belum !" Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya ! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku.

Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Teman-teman hari ini kita belajar satu hal.
Seperti inilah Allah membentuk kita. Pada saat Ia membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi Allah untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan Allah. Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Allah sedang membentuk anda. Bentukan - bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai. Anda akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk anda.


Cerita ini di ambil dari ( Generation of Faith, di Facebook )